Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Arti berkarya teater

A). Penjelasan teater

Arti berkarya teater


Pembahasan yang lazim dipecah dalam arti umum dan sempit. Teater umum atau lazim sama dengan suatu kegiatan manusiawi dalam menggunakan tubuh  atau benda-benda yang dapat dipergunakan,  musik dan tarian sebagai media utama untuk jadi cita rasa dan karsa seni. Teater dalam arti luas sama dengan segala tontonan yang dipertunjukkan didepan orang banyak. Sedangkan dalam arti sempit teater adalah drama.


1).Drama adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diberikan diatas pentas, disakasikan oleh orang banyak atau penonton.
2).Sandiwara menurut ki Hajar Dewantara adalah ajaran, nasihat, atau anjuran melalui perlambangan. Istilah ini mula-mula dipergunakan oleh P.K.G Mangku negara VII sebagai pengganti (Toneel).
3).Tonil istilah tonil atau (Toneel) adalah sandiwara, pertunjukan atau teater.

B). JENIS TEATER TRADISIONAL  

Teater tradisional disebut dengan taeter daerah merupakan suatu bentuk teater yang bersumber, berakal dan lelah dirasakan sebagai milik sendiri oleh masyarakat lingkungan. Ciri-ciri spesifik utama teater tradisional.
å Menggunaka bahasa daerah
å Dilakukan dengan inprovisasi
å Ada unsur nyanyian dan tarian
å Diiringi dengan musik daerah
å Dagelan atau banyolan selalu mewarnai
å Adanya keakraban antara pemain dan penonton
å Suasana santai.

a).Teater rakyat kelahiran teater rakyat pada umumnya kerna dorongan kebutuhan masyarakat terhadap suatu hiburan, kemudian meningkatkan untuk kepentingan lain, seperti kebutuhan akan mengisi upacara adat.
b).Teater klasik adalah suatu perkembangan seni yang telah mencapai tingkat tinggi baik teknis  maupun coraknya. Jenis kesenian klasik kebanyakan lahir di lingkungan istana-istana (Pusat kerajaan).
c).Teater transisi pada dasarnya jenis teater transisi juga bersumber pada teater tradisional, tetapi gaya pementasannya sudah dipengaruhi teater barat. Pengaruh teater barat nampa pada tata cara penyajiannya.

Teater non tradisional 

Teater non tradisional atau teater modern merupakan jenis teater yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat kota besar sangat dipengaruhi oleh teori-teori barat, terutama pada kaum terpelajar.
Ciri-ciri pada tabel taeter boneka adalah bentuk pertunjukan ttater dengan media ekspresi seninya menggunakan alat boneka atau disebut teatee muffet. Teater bedasarkan bentuk dikenali dua bentuk, yakni teater verbal dan nonverbal  Teater verbal, menekankan tokoh cerita  (Pemeran) melakukan dialog dengan alasan bahwa pesan cerita yang ingin disampaikan kepada penonton digambarkan atau disampaikan dengan bahasa kata-kata. Sedangkan teater nonverbal, artinya pesan yang disampaikan kepada penonton, dapat digambarkan laku dramatiknya melalui kekuatan ekspresi gerak tubuh.

C). ASPEK-ASPEK TEATER

Arti berkarya teater

1. Naskah atau lakon

Naskah atau lakon teater, khususnya teater non-tradisional ditangan sang kreator, yakni sutradara merupakan bahan baku yang perlu diolah secara seksama, yakni dari teks tulisan menjadi wujud pertunjukan.

a).Alur atau jalan cerita, alur dalam bahasa Inggris adalah disebut plot. Alur juga dapat dikemukakan tentang alur maju dan alur mundur. Alur maju artinya rangkaian cerita mengalir dari A sampai Z. Dan alur mundur yaitu penggambaran cerita mengakhirkan bagian awal, dapat juga cerita didalam cerita atau disebut dengan flashback.
Alur dalam cerita dibangun oleh struktur, menurut Aristoteles adalah sebagai berikut :
•)Introduks; pengenalan tokoh.
•)Reasing action; tokoh utams mrngalami pertentangan.
•)Klimak; terselesaikannya persoalan tokoh utama.
•)Resolusi; penurunan kalimaks atau disebut anti klimaks.
•)Konklusi; kesimpulan cerita atau kisah.

b).Tema adalah pokok pikiran. Didalam tema terkandung tiga unsur pokok :
1).Masalah yang di angkat
2).Gagasan yang ditawarkan
3).Pesan yang disampaikan pengarang.

c).Setting dalam sebuah lakon atau naskah merupakan unsur yang menunjukkan: tempat dan waktu kejadian peristiwa dalam sebuah babak.

d).Poin of view adalah sudut pandang pengarang atau penulis. Sebagai gambaran intelektualitas dan kepekaan rasa pengarang atau craetor dalam menangkap dan memaknai fenomena yang terjadi.

2. Pelaku seni

Pelaku dalam teater adalah orang yang terlihat secara langsung dalam kegiatan artistik dalam penciptaan karya teater. Tugas dan tanggung jawab pemeran dalam teater adalah memerankan tokoh-tokoh cerita didalam naskah sesuai arahan sutradara.

3. Pentas

Dapat diartikan sebagai tempat pertunjukan atau pergelaran seni. Penata pentas teater adalah para perancang atau disainer artistik teater yang memiliki keahlian dibidang seni visual dan seni audio (musik).
Tugas dan tanggung jawab para perancang pentas adalah membantu sutradara dalam penuangan gagasan bentuk seni kedalam wujud nyata pertunjukan. Para penata pentas yang dipilih penata pentas.

D). SIMBOL TEATER

Pengertian simbol didalam seni, termasuk seni teater dapat dipahami sebagai benda, bentuk, unsur seni yang mengandung nilai atau makna yang terkandung didalamnya. Nilai dalam seni, dapat dibedakan antara nilai bentuk dan nilai isi teater.
Nilai didalam teater bersifat terindra melaui pendengaran atau pengalihan.
Simbol yang dapat dimaknai perbedaan dua jenis teater melalui ciri-ciri sebagai identitas teaternya adalah sebagai berikut:
• Teater tradisional (teater daerah) kehadiran seninya dapat dimaknai sebagai simbol atau budaya masyarakat dengan sang pencilta.
•  Teater non tradisional dapat dimaknai sebagai simbol keduniawian bersifat estetis. Hal ini dapat dipahami bahwa teater tradisional lebih mengedepankan seni sebagai media upacara, bukan seni untuk keindahan sebagaimana seni non tradisional lebih mengutamakan keindahan bentuk.

E). NILAI ESTETIS

Nilai adalah makna yang disampaikan melalui media atau serana simbol. Nilai didalam simbol dapat dibagi menjadi nilai bentuk, nilai isi dan nilai pesan. Nila estetis adalah nilai bentuk bersifat subjektif. Adapun nilai isi, nilai pesan bersifat objektif.
Nilai estetis bersifat subjektif artinya, sangat tergantung kepada orang yang menilai. Oleh kareba itu nilai estetis yang ditampilkan sabg kreator atau pelaku seni sangatlah berbeda tergantung ukuran nilai estetis atau mengapresiasi pertunjukan teater.

F). KREATIVITAS TEATER

Kreativitas teater adalah metode atau acara untuk mengoptimalka kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam pembelajaran seni teater terhadap penguasaan dan pengolahan tubuh, suara, sukma, pikir yang dimiliki dengan totalitas, penuh kesadaraan dan tanggung jawab atas tugas berkarya teater. Sehingga diperoleh manfaat ganda berupa kebugaran, kecerdasan, kebersamaan, kedisiplinan dan terjadi peningkatan kualitas dalam melatih tanggung jawab melalui kreativitas berkarya teater.
Pada prinsipnya bahwa kreativitas dalam berkarya teater adalah berupa prosedur atau tahapan dalam proses imprementasi pemeranan dengan beberapa unsur seni teater.
Awayou
Awayou Blame it not my youth

Posting Komentar untuk "Arti berkarya teater "