6 Arti Nilai Penting Pemeranan
Pemeranan Mengandung Nilai Moral
Pemeranan merupakan unsur penting dalam seni teater. Pengertian seni mengandung arti keindahan (Estetik) atau kehalusan budi pekerti. Oleh karena itu, seni selalu menawarkan keindahan bentuk dan kehalusan pesan atau nilai moral. Pengertian teater secara umum dapat di artikan sebagai "Gedung pertunjukan" dan teater pun dapat di katakan semua jenis pertunjukan, baik menggunakan media pertunjukan langsung (Seni tari, seni musik, dan seni drama) maupun tidak langsung atau seni rekam. Teater dalam pengertian khusus dapat di artikan sebagai drama.
Istilah pemeranan disebut juga dengan seni peran, atau seni akting. Seorang pemeran dalam melakukan pemeranannya di kenal dengan sebutan aktor, aktris, pemain, tokoh dan seterusnya. Tokoh tersebut merupakan inti dalam seni peran dan seni teater pada umumnya. Oleh karenanya, tanpa seorang pemeran seni pertunjukan tidak akan hadir di hadapan kita. Hal ini sangat terkait dengan beberapa unsur seni peran yang menjadi persyaratan di dalamnya, antara lain:
1). Cerita atau naskah yang di bawakannya harus mengandung konflik atau pertentangan antar tokoh yang satu dengan tokoh yang lainnya.
2). Adanya kerja sama yang baik antar pemain dan sutradara dalam membangun irama permainan seni peran, dengan beberapa unsur artistik pentas yang hadir melingkupi tokoh dalam suatu adegan, babak atau disebut kepekaan ruang dalam membangun atmosfir pertunjukan.
3). Menghindari terjadinya kesalahan pemilihan tokoh (Miss casting) dalam pemeranan, sehingga terjadi (Over acting) Akting yang berlebihan atau (Under acting) Akting di bawah standar, kurang ekspresif dari tuntutan peran yang di bawakan.
4). Adanya keberanian untuk mencoba dan gagal (Trial and error). Pada dasarnya suatu kebersihan, harus meyakini dari kegagalan.
5). Memiliki wawasan dan suka bergaul.
6). Harus percaya diri, memiliki kesadaran potensi atas kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
Atas seorang aktor pemeran itu sebagai bahan baku yang mampu menjadi media utama dalam seni peran dari cerita yang di ekspresikan secara estetis melalui simbol atas lambang suara kata kata (audio), atas tubuh ragawi (visual), dan gerak gerik perlakuan di atas pentas. Pemeranan dalam seni teater melalui penyajiannya dapat dibedakan dalam 2 jenis, yankni pemeranan di atas panggung pertunjukan bersifat langsung, sesaat dengan gaya dan unsur pemeranannya dapat dilakukan dengan teknik penyederhanaan (stilasi) dan penglebihan (distorsi).
Seorang pemeran harus mampu membawakan pemeranannya secara prima dan mempesona di atas pentas. Sebagai rasa tanggung jawab yang di pikulnya, maka seorang pemeran atas aktor, aktris untuk senantiasa selalu mengasah kemampuan dirinya melalui pengolahan unsur penting pemeranannya yakni: tubuh, suara, rasa atas penghayatan yang melingkupinya.
Atas seorang aktor pemeran itu sebagai bahan baku yang mampu menjadi media utama dalam seni peran dari cerita yang di ekspresikan secara estetis melalui simbol atas lambang suara kata kata (audio), atas tubuh ragawi (visual), dan gerak gerik perlakuan di atas pentas. Pemeranan dalam seni teater melalui penyajiannya dapat dibedakan dalam 2 jenis, yankni pemeranan di atas panggung pertunjukan bersifat langsung, sesaat dengan gaya dan unsur pemeranannya dapat dilakukan dengan teknik penyederhanaan (stilasi) dan penglebihan (distorsi).
Seorang pemeran harus mampu membawakan pemeranannya secara prima dan mempesona di atas pentas. Sebagai rasa tanggung jawab yang di pikulnya, maka seorang pemeran atas aktor, aktris untuk senantiasa selalu mengasah kemampuan dirinya melalui pengolahan unsur penting pemeranannya yakni: tubuh, suara, rasa atas penghayatan yang melingkupinya.
Dengan demikian, seorang pemeran bersifat langsung di atas panggung maupun tidak langsung. Pameran yang baik harus mampu menjadi mediator pesan moral (Cerita) dan estetis (Keindahan pemeranan) melalui. Ekspresi totalitas tubuhnya, dengan segenap cipta, rasa, dan karsanya. Kepekaan dan mengolah kesadaran unsur pemeranan yang melingkupinya mampu menampilkan penokohan sesuai watak tokoh dengan takaran pemeran yang mempesona dalam suatu pentas.
Berdasarkan jenis dan bentuk teater sangat mempengaruhi ciri atas identitas pembentuk seninya, termasuk didalam hal pemerannya.

Posting Komentar untuk "6 Arti Nilai Penting Pemeranan"